RSS Feed
Welcome
image

CMS KOMA

CALL US: 022-765-9-4000

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

pesugihan

gono, surjadigono namanya tercantum di ktp warga desa kidulsega yang sudah habis masa berlakunya 9 bulan lalu, pria separuh baya kepala rumahtangga 4 anak, iya empat, dua direncanakan dua kebablasan, dua diaku negara dua seperti disia-sia, dari 1 istri yang kini tidak lagi dicintainya seperti saat muda karena usia telah mendekonstruksi struktur dan bentuk pinggul juga tulangpunggungnya yg tiap pagi diganduli lebih 10 botol2 jamu sehat mbok lanung, begitu tulisan kuning bold di tenong coklatnya. gono kini lebih cinta pekerjaannya karena sambil bekerja dia dapat memperhatikan mahasiswi dengan jeans ketat kadang rok pendek atau hotpants turun dari mobil pink wanginya, bukan aroma pahit bratawali lanung istrinya yg setia. beruntung anaknya tertua telah merantau ke jakarta berhasil masuk universitas swasta entah apa namanya, dan yg kedua di sma negri tiga, mereka semua tukang parkir juga tapi toh membantu meringankan beban orang tuanya. islam ditulis sebagai agama pada ktpnya, walaupun sudah lama dia ingin menghapus bagian yg menurut akal sederhananya itu tidak signifikan, toh tuhan menurutnya hanya berpihak pada orang-orang kaya saja. kyai wardi, panutannya selama di pesantren juga lama tak didengar kabarnya, bisik-bisik ada yg bilang dia hilang setelah mencoba berbisnis di afganistan beberapa tahun silam. sebenarnya dia lebih suka kalo hobi, bukan pekerjaan atau agama yang disebut pada ktp, karena sabung ayam adalah hobinya, dan hobi dia kira lebih permanen daripada pekerjaan dan agamanya. dia dapat tiap saat berganti pekerjaan atau bahkan berpindah agama, tapi ayam adalah hidupnya dan sabung napasnya.

kartowibowo 65 tahun, berjenggot dan disegani semua orang kidulsega, selalu diangkat sebagai ketua rt karena kata-katanya yg bijak dan kemampuannya untuk berurusan dengan hal gaib. kadang dia memimpin ritual slametan, menyembuhkan kesurupan dan mengusir arwah. bahkan tak jarang istri2 dan gadis2 desa berkunjung padanya meminta petunjuk seputar perjodohan dan perselingkuhan. kulanuwun.., sapa gono di depan pintu jati kokoh dengan ukiran2 aneh yang siang malam selalu terbuka setengahnya, monggo, mlebet mawon, ndingaren onten nopo gono, adalah jawaban pak bowo dengan nada ramah seperti biasa, nunsewu niki kulo badhe ndamel ktp.. oh endi ktpne sing lawas? jawab kartowibowo.. dan tak sampai 20 menit kemudian semua urusan berkas2pun diselesaikan.

monggo unjukane lho, istri kartowibowo menunjuk dengan ibujarinya dengan santun ke dua cangkir kopi hitam kental manis yg disediakannya di atas meja tamu dari bambu. kartowibowo menyeruput kopi dan menyulut rokoknya lalu berkata, piye kabare gono? gimana kabarnya? yah, baik, tapi ya beginilah, pas2an, ora sugih2, sambil tertawa gono menaruh cangkir kopinya kembali ke tatakannya semula. lah nek mung kepengin suggih ki gampang kok no.. kalo cuma mau kaya tuh gampang, katanya, sambil mengepulkan putih pekat asap rokok klembak ke udara, sudah, sampeyan seneng ayam to? wis mlebuo kono.. masuklah sana, saya punya beberapa ayam, pilihlah satu ayam yang kamu suka, mengko mulih kowe langsung sugih, asal kamu siap tanggung semua resikonya, sertanya. gonopun menyanggupi lalu dibimbing masuk ke bilik berukuran 4x4 meter di sisi kiri bangunan itu, dengan rasa penasaran gono masuk bilik tersebut, tiba-tiba gono merasa dirinya tidak lagi berada dalam ruang sempit, melainkan sebuah lorong panjang, seketika bulu2 halus di kuduk dan sekujur tangannya berdiri walaupun tidak ada asap, aroma kemenyan dan soundeffect seperti biasa disaksikannya pada sinetron2 hantu melalui televisi 14 inci barang paling mahal di rumahnya, melainkan gelap kosong dan panjang, itu yg dilihatnya saat ini, nuansa yg sama sekali belum pernah dialami seumur hidupnya, mengejap beberapa kali matanya menyesuaikan, di ujung dilihatnya cahaya kuning, seperti kuning lampu bohlam 15 watt di kamartidurnya, yg samar tapi cukup untuk menerangi detail segundukan atau seonggok benda menyerupai setengah bola dengan taplakmeja batik menutup di atasnya. kira-kira sepuluh langkah gono berjalan mendekat, ada kesan akrab dan hangat yang merasuki relung hatinya, makin mendekat ke benda misterius tersebut, gono mendengar ciap ciap lirih anak ayam, agak ragu gono menggapai menarik taplak batik penutup itu, pelan, sampai tampak seluruhnya sebuah kurungan ayam yang berisi 1 babon, ayam betina, dan 4 anak ayam. bingung pikiran gono bukankah ayam aduan jantan gagah jalu bertuah adalah harapannya. karena pesan kartowibowo adalah memilih satu, maka gono pun memilih anak ayam yg nampaknya jantan, mengamati matanya yang hitam polos dan paruhnya yg kecil mematuk2 makanan, kemudian membuka kurungan, mengucap bismillah yg sudah sekian lama tak pernah keluar dari mulut dan hatinya lagi, memasukkan tangannya dan memegangnya erat, sesaat kemudian gono merasa dadanya tertusuk, seiring pahit menjalar keluar naik cepat dari perut memenuhi kerongkongannya, jantungnya berhenti berdetak ketika suara yg keluar dari paruh mungil anak ayam di tangannya adalah jeritan yg tidak asing di telinganya, bapaakkkk.. yg panjang dan menyayat hati, bukan lagi ciap ciap selayaknya anak ayam, melainkan suara rintih pilu anaknya bungsu. jatuh terjengkang, antara sadar dan tidak, gono segera melempar melepaskan anak ayam di tangannya, lari sejadi-jadinya meninggalkan lorong hampa yg terasa panjang semakin panjang itu, mendobrak pintu bilik dan secepatnya menuju rumahnya tanpa lagi mempedulikan kartowibowo yg masih duduk di amben bambu ruang tamu. sesampainya di rumah, dia melihat istrinya tengah terisak bersimpuh di samping dipan papan anaknya yg beberapa saat lalu rupanya kejang-kejang memanggil2 bapaknya tiada henti. gono menubruk mendekap erat anaknya yg bersimbah keringat dan menatap mata anaknya dalam, yg sambil tersenggal-senggal berkata pelan, bapak neng endi? bapak ke mana saja? lalu tersenyum memandang gono tenang penuh kedamaian.

hari itu juga gono belajar tentang pengorbanan, kompromi, kasih dan kesetiaan dari filosofi pesugihan. lepas dari kebenaran fenomena pesugihan instan yg kerap kental pada masyarakat jawa, ada pesan2 untuk disiratkan. bahwa untuk mencapai sesuatu, termasuk kekayaan, sepertinya selalu ada yang harus dikorbankan, apakah itu tenaga, waktu, kesehatan, bahkan keutuhan keluarga, tinggal sejauh apa dia dapat mengkompromikan pencapaian dan pengorbanan, seberapa besar seberapa lama pencapaian dan seberapa banyak pengorbanan yg siap dia berikan, tanpa melupakan bahwa ada orang2 di sekitarnya yang selalu setia, mendukung dan tak berhenti mengasihinya apa adanya.

5 tahun berselang saat senja kartowibowo turun dari sepeda berhenti di depan peternakan ayam milik gono yang kini dikelola keempat anaknya.

 

Sat, 4 Jul 2009 @21:03


2 Komentar
image

Sat, 4 Jul 2009 @21:24

wangsakarsa

gw bacanya nanti aja, komentar dulu pokonya :)) piss

image

Mon, 13 Jul 2009 @07:36

wangsadarma

wangsakarsa sok respon atuh


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+4+2

Komentar Terbaru







Chat dengan saya & teman saya
Ayo Daftar Sitekno...
Whhoaa...

IQ Test

XHTML/CSS Validator

Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

SEO SCORE ???





Copyright © 2010 cms koma · All Rights Reserved



Powered by sitekno